Gandeng KPK RI, Inspektorat Gelar Bimtek Keluarga Berintegritas Bagi DPRD Kutim

SAMARINDA — Sebanyak 31 dari 40 anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama keluarga mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas yang digelar di Samarinda, Senin (25/5/2026). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Inspektorat Kabupaten Kutai Timur guna memperkuat benteng pertahanan antikorupsi dari lingkungan terkecil, yaitu rumah tangga.

Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kutai Timur Jimmi, Wakil Ketua II Hj. Prayunita Utami, unsur pimpinan, serta anggota DPRD beserta pasangan masing-masing. Turut mendampingi Sekretaris DPRD Kutim Jainuddin beserta istri, Kabag Keuangan Insan Bowo Asmoro, dan JFT Analis Kebijakan Ahli Muda Encek Hendardi.

Guna memberikan pemahaman mendalam, Bimtek ini menghadirkan narasumber utama dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI yang hadir secara daring (virtual) melalui aplikasi Zoom Meeting.

Pejabat KPK yang memberikan materi dari Jakarta tersebut adalah Direktur Pembinaan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Kunto Ariawan, serta Kasatgas Dunia Usaha dan Keluarga Berintegritas KPK, David Sepriwasa.

Selain paparan daring dari KPK pusat, edukasi di lokasi acara diperkuat secara tatap muka oleh para Penyuluh Antikorupsi (Paksi) Kalimantan Timur dari Kompak Kaltim, yakni Suwardi Sagama, Petno Indrawati, Siti Noor Aini, dan Tirto Nisa.

Dari pihak Inspektorat Kutim, hadir Sekretaris Inspektorat Muhamad Rodiansyah, Plt Irbansus Khairul Kasman, Plt Irban III Agustinus Layuk, Irban I Akhmad Fauzan, serta Auditor Madya Siti Hawa.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setkab Kutim, Suyatno, hadir mewakili Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman untuk membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakannya, Suyatno menekankan bahwa pemberantasan korupsi tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum semata.

“Kita harus memulainya dari pembentukan karakter, moral, dan nilai kejujuran sejak dalam lingkungan keluarga. Runtuhnya integritas seorang pejabat publik sering kali bermula ketika gaya hidup lebih diutamakan dibanding etika dan tanggung jawab jabatan,” tegas Suyatno saat membacakan sambutan Bupati Kutim.

Pemerintah Kabupaten berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu memperkuat komitmen nyata peserta dalam menerapkan nilai integritas, baik di rumah maupun dalam pelayanan publik.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPRD Kutai Timur Jimmi menegaskan bahwa Bimtek ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya antikorupsi di lingkungan legislatif. Menurutnya, sistem pengawasan seketat apa pun tidak akan maksimal tanpa dukungan kesadaran moral dari rumah.

“Integritas tidak hanya menjadi tanggung jawab pribadi pejabat publik, tetapi juga harus tumbuh dari lingkungan keluarga. Saya berharap seluruh anggota DPRD Kutim bersama keluarga dapat terus menjaga amanah sebagai wakil rakyat dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran,” pungkas Jimmi.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights