Kuatkan Transparansi Publik di Era Digital, Sekwan Buka FGD Komunikasi Publik Inisiasi Forum Demokrasi Milenial

SANGATTA – Komitmen memperkuat transparansi publik dan meningkatkan kualitas komunikasi lembaga legislatif di era digital terus didorong. Forum Demokrasi Milenial (FDM) Kabupaten Kutai Timur menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Komunikasi Publik dan Transparansi DPRD Kutai Timur di Ruang Panel DPRD Kutai Timur, Sangatta, Senin (3/8/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris DPRD Kutai Timur, Jainuddin, S.E., M.M., sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan tata kelola informasi publik yang terbuka, adaptif, dan akuntabel.

FGD dihadiri Anggota DPRD Kutai Timur Yusri Yusuf serta menghadirkan narasumber pakar komunikasi dari Universitas Bakrie Jakarta, Eli Jamilah Mihardja, Ph.D. Kegiatan ini bertujuan memetakan sekaligus merumuskan strategi peningkatan kompetensi komunikasi publik anggota DPRD agar semakin responsif terhadap perkembangan teknologi informasi serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses informasi yang cepat, akurat, dan transparan.

Dalam sambutannya, Jainuddin mengapresiasi inisiatif Forum Demokrasi Milenial yang menggandeng kalangan akademisi untuk memperkuat kualitas komunikasi publik. Menurutnya, keterbukaan informasi di era digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kewajiban yang harus diwujudkan oleh setiap lembaga publik sebagai bentuk akuntabilitas kepada masyarakat.

“Di era digitalisasi saat ini, keterbukaan informasi kepada masyarakat telah menjadi sebuah kewajiban, bukan lagi sekadar pilihan. Masyarakat memiliki hak untuk mengetahui proses, mekanisme, serta kebijakan yang dijalankan pemerintah dengan fasilitasi DPRD,” tegas Jainuddin.

Ia berharap forum tersebut mampu melahirkan gagasan, masukan, dan rekomendasi konstruktif yang dapat memperkuat tata kelola informasi di lingkungan DPRD Kutai Timur sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber, sesi diskusi interaktif, serta tanya jawab bersama peserta. Acara kemudian ditutup dengan penyerahan cendera mata kepada narasumber dan sesi foto bersama.

FGD turut diikuti mahasiswa, tokoh masyarakat, perwakilan insan pers, serta peserta dari berbagai unsur yang memiliki perhatian terhadap penguatan komunikasi publik dan keterbukaan informasi di Kabupaten Kutai Timur. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights