Prof.Dr. Al Habib Alwi bin Hamid Puji Khatamal Qur’an Bil Ghaib di DPRD Kutim, Apresiasi Kepedulian Pimpinan Daerah terhadap Syiar Islam

SANGATTA – Pelaksanaan Khatamal Qur’an Bil Ghaib 30 Juz di Gedung DPRD Kutai Timur, Selasa (18/8/2026), mendapat apresiasi dari Prof. Dr. Al Habib Alwi bin Hamid bin Muhammad bin Syihabuddin, ulama sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Daarul Hadist, Tarim, Yaman.

Kegiatan tersebut dibuka dan ditutup oleh Sekretaris DPRD Kutai Timur, Jainuddin, SE., MM. Momentum tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, ST., MT., serta ulama, santri, santriwati, imam masjid, dan sejumlah tokoh keagamaan dari Kutai Timur.

Khatamal Qur’an Bil Ghaib tersebut diikuti sekitar 40 peserta dari sejumlah wilayah, yakni Sangatta, Bengalon, Rantau Pulung, dan Bontang. Para peserta terdiri atas ulama, santri dan santriwati, serta imam masjid.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris II FORMASYQUR H. Syahrani, Ketua FORMASYQUR sekaligus Imam Masjid Al-Faruk Bukit Pelangi Jamaluddin Salman, Guru H. Yuspianur selaku Ketua Majelis Raudhatul Muchlisin Sangatta, Imam Masjid Ulil Albab Dayung Abdul Samsi, Pimpinan Pondok Pesantren Baiturrahma Bengalon H. Arpan, serta Ustaz Syahrani dari Darussalam.

Usai kegiatan, Prof. Alwi menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Khatamal Qur’an Bil Ghaib di lingkungan DPRD Kutai Timur. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan perhatian terhadap syiar Islam dan pembinaan generasi muslim.

“Saya sangat mengapresiasi acara ini. Program seperti ini sangat bagus dan membuktikan perhatian pemerintah Indonesia, khususnya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, terhadap pengembangan syiar Islam,” ujar Prof. Alwi.

Menurut Prof. Alwi, kegiatan keagamaan yang mempertemukan ulama, santri, imam masjid, dan masyarakat memiliki nilai penting dalam memperkuat silaturahmi sekaligus menjaga kesinambungan pendidikan Al-Qur’an.

Prof. Dr. Al Habib Alwi bin Hamid bin Muhammad bin Syihabuddin, ulama sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Daarul Hadist, Tarim, Yaman memberikan pernyataan apresiasi atas pelaksanaan Khatamal Qur’an Bil Ghaib di lingkungan DPRD Kutai Timur Selasa,18/8/2026. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan perhatian Pemkab Kutai Timur terhadap syiar Islam dan pembinaan generasi muslim. Dalam memberikan keterangan resmi, didampingi Ketua DPRD Jimmi, ST., MT dan Sekwan Jainuddin, SE., MM .(*) FOTO-FOTO : RICKI/INDRA/WAHYU/SETWAN

Dua Alasan Prof. Alwi Datang dari Yaman

Dalam wawancara, Prof. Alwi mengungkapkan dua alasan utama dirinya datang dari Yaman untuk menghadiri kegiatan di Kutai Timur.

Pertama, ia memiliki ikatan emosional dengan Indonesia karena kakeknya lahir di Indonesia. Kedekatan tersebut membuatnya merasa memiliki hubungan khusus dengan masyarakat Indonesia.

“Saya sangat senang dengan Indonesia karena kakek saya lahir di Indonesia. Saya merasa Indonesia ini juga bagian dari keluarga saya,” katanya.

Alasan kedua adalah keinginannya melihat langsung perkembangan para santri yang pernah menimba ilmu di Yaman. Ia ingin mengetahui sejauh mana pendidikan yang diberikan di Yaman dapat diterapkan para alumni setelah kembali ke Indonesia.

Menurutnya, para alumni tidak hanya diharapkan menjadi lulusan, tetapi juga mampu menjadi pengajar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Saya mempunyai banyak santri di Kutai Timur. Karena itu saya ingin melihat langsung bagaimana perkembangan mereka. Apakah pendidikan yang kami berikan di Yaman berhasil, apakah mereka menjadi pengajar dan memberikan manfaat di masyarakat,” jelasnya.

Alumni Yaman Tersebar di Berbagai Daerah

Prof. Alwi mengungkapkan para alumni Pondok Pesantren Daarul Hadist, Tarim, Yaman, kini telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Ia menyebut sekitar tujuh alumni berada di Jakarta, 20 orang di Kalimantan Timur, sekitar 30 orang di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 15 orang di Lombok, Nusa Tenggara Barat, serta tujuh orang di wilayah Sumatera.

Ia mengaku bahagia ketika tiba di Jakarta dan disambut sejumlah alumni yang pernah belajar di Yaman.

“Ketika saya sampai di Jakarta, saya disambut anak-anak saya, alumni yang belajar di Yaman. Saya sangat senang dan bangga,” tuturnya.

Menurut Prof. Alwi, alumni pendidikan dari Yaman tidak hanya berasal dari kalangan laki-laki, tetapi juga perempuan. Ia berharap para lulusan tersebut menjadi generasi yang sukses, cemerlang, serta memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara.

Prof. Alwi Apresiasi Pemerintah dan Pimpinan DPRD Kutim

Dalam wawancara usai kegiatan, Prof. Alwi juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, khususnya Bupati dan Wakil Bupati, serta Ketua DPRD Kutai Timur Jimmi, ST., MT., dan Sekretaris DPRD Kutai Timur Jainuddin, SE., MM., atas perhatian dan dukungan terhadap kegiatan keagamaan tersebut.

Ia menilai perhatian pemerintah daerah, pimpinan DPRD, dan Sekretariat DPRD terhadap kegiatan Al-Qur’an merupakan bentuk kepedulian terhadap pengembangan syiar Islam di Kutai Timur.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD dan Sekwan yang telah memberikan perhatian terhadap kegiatan seperti ini. Semoga Allah memberikan keberkahan, kesehatan, keselamatan dan kemudahan kepada semuanya untuk terus berbuat kebaikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Prof. Alwi.

Prof. Alwi secara khusus mengapresiasi Jimmi dan Jainuddin yang telah memberikan ruang dan dukungan sehingga Khatamal Qur’an Bil Ghaib dapat terlaksana di Gedung DPRD Kutai Timur.

“Ketua DPRD dan Sekwan telah menyelenggarakan acara yang sangat bagus. Ini menunjukkan pemimpin yang peduli terhadap syiar Islam,” ujarnya.

Ia juga mendoakan Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Sekretaris DPRD, serta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar senantiasa diberikan keberkahan, kesehatan, keselamatan, umur yang panjang dalam kebaikan, dan kekuatan untuk terus menjalankan amanah serta menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Jimmi: DPRD Terbuka untuk Kegiatan yang Memberi Manfaat

Ketua DPRD Kutai Timur Jimmi mengatakan pihaknya bersyukur Gedung DPRD dapat menjadi tempat pelaksanaan Khatamal Qur’an Bil Ghaib.

“Kami tentu bersyukur gedung DPRD dapat digunakan untuk kegiatan yang membawa manfaat, khususnya kegiatan Al-Qur’an seperti ini. Semoga silaturahmi para ulama, santri, imam masjid dan masyarakat terus terjaga,” ujar Jimmi.

Ia berharap kegiatan tersebut memberikan keberkahan bagi Kutai Timur dan menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai keagamaan serta pembentukan karakter generasi muda.

Menurut Jimmi, kehadiran ulama dari Tarim, Yaman, juga menjadi kesempatan berharga untuk memperkuat hubungan silaturahmi dan keilmuan dengan para ulama serta alumni yang berada di Kutai Timur.

Jainuddin: Syiar Al-Qur’an Harus Terus Dihidupkan

Sekretaris DPRD Kutai Timur Jainuddin menyampaikan rasa syukur karena Sekretariat DPRD dapat menjadi bagian dari pelaksanaan Khatamal Qur’an Bil Ghaib tersebut.

“Kami bersyukur kegiatan ini dapat terlaksana di Gedung DPRD Kutai Timur. Mudah-mudahan menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi semua yang terlibat,” kata Jainuddin.

Menurut Jainuddin, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa nilai-nilai Al-Qur’an memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat dan dapat dihidupkan melalui berbagai ruang, termasuk lingkungan lembaga pemerintahan.

Ratusan Buku Karya Prof. Alwi dan Piagam Peserta

Rangkaian kegiatan semakin bermakna menjelang penutupan. Prof. Alwi menyerahkan ratusan buku karya beliau kepada seluruh peserta Khatamal Qur’an Bil Ghaib.

Buku-buku tersebut diberikan sebagai bagian dari berbagi ilmu sekaligus mempererat hubungan keilmuan antara para peserta dengan Pondok Pesantren Daarul Hadist, Tarim, Yaman.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris DPRD Kutai Timur Jainuddin menyerahkan piagam kepada seluruh peserta Khatamal Qur’an Bil Ghaib.

Penyerahan buku dan piagam tersebut menjadi penutup yang penuh makna. Para peserta tidak hanya mendapatkan penghargaan atas keikutsertaan mereka dalam khatam Al-Qur’an, tetapi juga memperoleh bekal bacaan dan ilmu dari ulama yang datang langsung dari Tarim, Yaman.

Membuka Kesempatan Belajar di Yaman

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Alwi juga membuka kesempatan bagi generasi muslim Indonesia yang ingin memperdalam ilmu agama untuk belajar di Yaman, khususnya ilmu hadis, di Pondok Pesantren Daarul Hadist, Tarim, Yaman, yang berada di bawah naungannya.

Menurutnya, pendidikan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga akhlak dan kemampuan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Khatamal Qur’an Bil Ghaib di Gedung DPRD Kutai Timur akhirnya tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Kehadiran ulama dari Tarim, Yaman, pertemuan dengan para santri dan alumni, pembagian ratusan buku karya Prof. Alwi, serta penyerahan piagam kepada peserta menjadi rangkaian yang memperkuat silaturahmi dan hubungan keilmuan Indonesia–Yaman.

Dari Kutai Timur, syiar Al-Qur’an mendapat ruang di tengah lembaga perwakilan rakyat. Gedung DPRD yang selama ini menjadi tempat berlangsungnya agenda kelembagaan, pada kesempatan tersebut menjadi tempat bertemunya ulama, santri, imam masjid, alumni, dan masyarakat dalam satu semangat keilmuan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights