Pewarta : Wahyu.M
Editor : Adi Sagaria
SANGATTA – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kutai Timur menyampaikan aspirasinya melalui aksi unjuk rasa di lobi Sekretariat DPRD Kabupaten Kutai Timur, Selasa (20/10/2026).

Aksi yang berjalan tertib dan aman ini dipimpin langsung oleh Salman Hardiansa selaku Jenderal Lapangan. Kedatangan massa disambut oleh Anggota DPRD Kutai Timur dari Fraksi Partai Demokrat Akhmad Sulaeman. Beliau hadir menemui demonstran secara langsung karena legislator lainnya sedang menunaikan tugas dinas penting kedewanan di luar kantor.
Dalam orasi pembukanya, Salman Hardiansa menyuarakan sejumlah isu penting dari ranah daerah hingga tingkat nasional. Pihak mahasiswa membawa empat tuntutan utama, yaitu mendesak penetapan status bencana menjadi bencana nasional, meminta pencopotan Kepala Dinas BPBD Kutai Timur, menuntut audit menyeluruh terhadap proyek-proyek mangkrak demi transparansi, serta mendesak pencopotan Gibran Rakabuming Raka dari jabatan Wakil Presiden RI.
“Tuntutan ini merupakan suara dari kondisi nyata di lapangan. Kami meminta ketegasan dewan untuk mengawal poin-poin ini secara serius!” tegas Salman.
Merespons aspirasi tersebut, Akhmad Sulaiman memberikan tanggapan positif. Ia menegaskan bahwa lembaga legislatif selalu terbuka terhadap masukan masyarakat dan mengapresiasi mahasiswa yang telah menjaga ketertiban selama aksi berlangsung.
“Pimpinan mengutus saya untuk mewakili lembaga sebagai representasi DPRD Kutai Timur dalam merespons langsung aksi adik-adik mahasiswa hari ini, mengingat rekan-rekan legislator lainnya sedang melaksanakan tugas kedewanan di luar kantor,” ujar Akhmad Sulaiman anggota DPRD Dapil 5 Sangkulirang, Sandaran, Kaliorang, Sangkulirang, Kaliorang dan Karangan..
“Terkait tuntutan GMNI, saya pribadi siap memfasilitasi dan membawa poin-poin ini untuk dikoordinasikan dengan unsur pimpinan agar bisa ditindaklanjuti sesuai regulasi,” tambahnya saat menerima dokumen tuntutan mahasiswa .
Guna mendalami tuntutan secara lebih komprehensif, Akhmad Sulaiman mengajak perwakilan mahasiswa untuk berdialog di ruang VIP Sekretariat Dewan (Setwan). Setelah proses diskusi selesai, massa GMNI membubarkan diri dengan tertib sembari mengapresiasi sambutan responsif dari pihak DPRD Kutai Timur. (*)

