SANGATTA — Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengapresiasi pemerintah kabupaten setempat atas keberhasilan melakukan pengiriman komoditas biji kakao fermentasi antar-daerah. Capaian tersebut dinilai sebagai langkah nyata dalam membuktikan hilirisasi dan penguatan sektor pertanian mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Ketua Fraksi PKS DPRD Kutim, Akbar Tanjung, S.P., menilai keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan citra Kutai Timur sebagai daerah penghasil kakao berkualitas, tetapi juga harus disebarluaskan manfaatnya secara berkelanjutan. Ia berharap program pembinaan petani, peningkatan kualitas produksi, hingga perluasan akses pasar terus diperkuat oleh pemerintah daerah agar dampak positifnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kutai Timur tidak boleh hanya bertumpu pada kelapa sawit dan batu bara. Kita harus mulai mengoptimalkan komoditas potensial lain seperti kakao, kopi, aren, kelapa, dan karet,” kata Akbar Tanjung di Ruang Fraksi PKS Gedung DPRD Kutim, Sangatta.
Legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) 3 yang meliputi Kecamatan Muara Bengkal, Muara Ancalong, Busang, Telen, dan Long Mesangat ini menekankan pentingnya memaksimalkan potensi seluruh komoditas perkebunan lokal. Menurut dia, diversifikasi komoditas merupakan kunci penting untuk menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.
Dukungan senada juga datang dari Anggota DPRD Kutim Fraksi PKS asal Dapil 5 Wilayah Pesisir, H. Ardiansyah, S.IP. Ia menegaskan bahwa kesuksesan ekspor kakao ini harus menjadi momentum kebangkitan sektor agroindustri, khususnya dalam memanfaatkan potensi besar yang tersebar di wilayah pesisir Kutai Timur.
“Keberhasilan ekspor ini adalah bukti nyata bahwa produk lokal kita berdaya saing tinggi. Pemerintah daerah kini harus lebih progresif membangun infrastruktur hilirisasi dari hulu ke hilir agar komoditas perkebunan dan perikanan di wilayah pesisir juga bisa menembus pasar global secara reguler,” ujar Ardiansyah yang juga Ketua Komisi C DPRD Kutim Bidang Pembangunan.
Lebih lanjut, legislator PKS ini menambahkan bahwa penguatan ekonomi berbasis kerakyatan merupakan benteng pertahanan terbaik daerah dalam menghadapi fluktuasi harga tambang. Sinergi yang kuat antara pembinaan modal petani dan kepastian serapan pasar dinilai akan mempercepat pengentasan kemiskinan di tingkat desa.
Untuk mempercepat target tersebut, Ardiansyah mengingatkan bahwa sinergi dan kolaborasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat krusial. Perencanaan yang matang di setiap sektor dinilai akan mempercepat realisasi program kerja perkebunan.
“Kolaborasi antar-OPD sangat diperlukan untuk percepatan di bidangnya masing-masing,” ujar Ardiansyah. (*)

