SANGATTA – Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim) Jimmi, ST., MT meninjau langsung kelompok budidaya ikan air tawar (Pokdakan) Bukit Hijau di RT 02 Dusun Bukit Indah, Desa Sangatta Selatan, Kecamatan Sangatta Selatan, Kamis (9/4/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong penguatan ketahanan pangan daerah melalui pengembangan sektor perikanan berbasis masyarakat.

Kedatangan Jimmi disambut Ketua Pokdakan Zelenkha Verius Weni, Sekretaris Verdi Amalo, Kepala Dusun Tri Wulandari, Ketua RT 02 Pilibertus Sollo, Ketua RT 01 Marianus Juan Bean, serta tokoh kelompok tani Bukit Hijau, Harno.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 17.35 WITA, Jimmi langsung meninjau lahan yang telah disiapkan warga untuk budidaya ikan air tawar.
Dalam kesempatan tersebut, Jimmi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena datang lebih lambat, mengingat sebelumnya menghadiri kegiatan bersama Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, dalam agenda pengukuhan pengurus pasar induk hingga sore hari.
“Mohon maaf saya datang agak terlambat. Namun saya tetap hadir karena ini sudah menjadi komitmen saya kepada masyarakat,” ujarnya.
Kepala Dusun Bukit Indah, Tri Wulandari, menyampaikan bahwa kelompok tani di wilayah tersebut telah terbentuk sejak 2019 dan memiliki legalitas resmi, termasuk terdaftar di pemerintah serta Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.
Ia menjelaskan, kondisi lahan yang relatif datar dengan ketersediaan air yang melimpah dan tidak pernah kering, bahkan saat musim kemarau, menjadikan kawasan tersebut sangat potensial untuk pengembangan budidaya ikan air tawar. Selain itu, sumber air di lokasi tersebut juga dimanfaatkan warga saat musim kemarau.
Menurutnya, masyarakat telah siap dari sisi lahan dan kelembagaan, namun masih membutuhkan dukungan pemerintah agar program budidaya dapat berjalan optimal.
Menanggapi hal tersebut, Jimmi menilai lahan seluas kurang lebih 3 hektare yang disiapkan warga memiliki potensi besar karena didukung kondisi alam yang memadai dan lokasi yang strategis.
Ia menegaskan bahwa pengembangan budidaya ikan air tawar sangat penting untuk memenuhi kebutuhan lokal yang selama ini masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.
“Kebutuhan ikan air tawar di Kutai Timur cukup besar. Ini peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan produksi lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan,” ujarnya.
Ia menambahkan akan menyampaikan hal tersebut kepada pemerintah daerah, khususnya bupati dan dinas terkait, agar mendapat perhatian dan dukungan program.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara masyarakat, DPRD, dan pemerintah daerah guna mendorong sektor perikanan sebagai salah satu pilar ketahanan pangan di Kutai Timur.(*)

