Kelompok Peternak Terpadu “Mandiri Sangatta Borneo” Resmi Dibentuk, Puluhan Peternak dan Petani Antusias Bergabung

SANGATTA – Semangat membangun kemandirian peternak lokal terus tumbuh di Kabupaten Kutai Timur. Hal itu ditandai dengan resmi dibentuknya Kelompok Peternak Terpadu “Mandiri Sangatta Borneo” dalam rapat pemantapan organisasi yang digelar di RT 02 Silpaduta Desa Sangatta Selatan, Kecamatan Sangatta Selatan, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung penuh kebersamaan dan dihadiri sekitar 30 peternak dan petani yang antusias menyatakan diri bergabung menjadi anggota kelompok. Hadir pula tokoh masyarakat serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Peternakan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang bertugas di Kutai Timur, Ernawati.

Menariknya, rapat pembentukan kelompok peternak itu dilaksanakan di sebuah pondok lamin sederhana yang dibangun secara swadaya oleh A.M. Arafah, S.Sos di tengah kawasan peternakan terpadu seluas kurang lebih 7 hektare.

Bangunan yang difungsikan sebagai balai pertemuan dan tempat silaturahmi peternak tersebut mampu menampung hingga sekitar 50 orang. Suasana rapat berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan karena berada di tengah kawasan peternakan yang sejuk dan asri.

Sejumlah anggota dan tamu yang hadir mengaku mengapresiasi keberadaan pondok lamin tersebut karena dinilai nyaman sebagai tempat berkumpul, berdiskusi, sekaligus mempererat kebersamaan antarpeternak dan petani.

Kebersamaan semakin terasa saat para peserta menikmati hidangan bebek rica-rica yang disiapkan langsung oleh A.M Arafah. Sajian tersebut berasal dari hasil peternakan yang selama ini dikembangkan di kawasan terpadu miliknya.

Diketahui, kawasan peternakan terpadu tersebut saat ini telah memiliki ribuan ekor itik dan ayam, serta kolam budidaya ikan nila mas dan lele yang menjadi bagian dari pengembangan usaha peternakan dan perikanan terpadu milik AM Arafah.

PPL Peternakan Kementerian Pertanian RI yang hadir juga memberikan apresiasi terhadap keseriusan pengembangan kawasan peternakan tersebut. Menurutnya, konsep peternakan terpadu yang memadukan peternakan unggas, perikanan, serta kebersamaan kelompok masyarakat memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi contoh bagi wilayah lainnya.

“Tempat ini memang kami bangun untuk wadah berkumpul dan rapat anggota. Harapannya, para peternak bisa lebih kompak, saling mendukung, dan bersama-sama mengembangkan usaha peternakan terpadu,” ujar H. Andi M. Arafah.

Pembentukan kelompok peternak terpadu ini dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat sektor peternakan rakyat, sekaligus mendukung program ketahanan pangan daerah dan peningkatan ekonomi masyarakat berbasis peternakan terpadu.

Dalam rapat tersebut juga dilakukan pembentukan struktur kepengurusan organisasi sebagai dasar penguatan kelembagaan kelompok agar mampu bergerak lebih terarah, solid, dan profesional dalam mengembangkan usaha peternakan ke depan.

Berdasarkan hasil musyawarah bersama, H. Andi M. Arafah, S.Sos dipercaya memimpin sebagai Ketua Kelompok Peternak Terpadu “Mandiri Sangatta Borneo”. Sementara posisi Sekretaris dijabat Mohamad Firman dan Bendahara dipercayakan kepada Siti Hamidah.

Dalam arahannya, PPL Peternakan Kementerian Pertanian RI menyampaikan bahwa keberadaan kelompok peternak yang memiliki struktur organisasi dan legalitas jelas akan lebih mudah mendapatkan pembinaan, pelatihan, hingga akses program bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah.

Selain itu, kekompakan dan kebersamaan antaranggota dinilai menjadi kunci utama keberhasilan kelompok peternak dalam meningkatkan produksi, kualitas usaha, hingga kesejahteraan masyarakat.

Ketua Kelompok Peternak Terpadu “Mandiri Sangatta Borneo”, H. Andi M. Arafah, S.Sos berharap organisasi yang baru dibentuk tersebut dapat menjadi wadah pemberdayaan masyarakat di bidang peternakan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

“Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kami ingin kelompok ini menjadi motor penggerak peternakan rakyat di Sangatta Selatan. Kami berharap ke depan peternak bisa lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” ujarnya.

Keberadaan Kelompok Peternak Terpadu “Mandiri Sangatta Borneo” diharapkan mampu menjadi contoh pengembangan peternakan terpadu di Kutai Timur serta mendorong lahirnya kelompok-kelompok peternak produktif lainnya di berbagai wilayah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights