SANGATTA – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) Daerah Pemilihan (Dapil) 2, Syaiful Bakhri, SY, S.Pd menggelar kegiatan reses di Blok K, bertempat di rumah warga bernama Iwan di RT 06 Rantau Pulung, Senin pukul 13.00 Wita. Reses ini digelar untuk menyampaikan program pembangunan daerah sekaligus menampung langsung aspirasi masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, Syaiful turut didampingi Ruslan, Staf Ahli DPRD Kutim.
Dalam dialog bersama warga, sejumlah aspirasi penting muncul dan menjadi perhatian utama. Warga meminta pengadaan mobil ambulans untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah yang jauh dari fasilitas medis. Mereka menilai kehadiran ambulans sangat krusial untuk penanganan darurat.
Aspirasi berikutnya adalah normalisasi sungai, yang disebut warga sudah lama membutuhkan penanganan. Kondisi aliran sungai yang mengalami penyempitan dan sedimentasi dianggap berpotensi menimbulkan banjir ketika musim hujan. Normalisasi dinilai penting untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan warga.
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan pengecoran jalan tani serta pembuatan jalan tani baru. Infrastruktur tersebut dianggap sangat mendesak untuk mendukung akses petani menuju lahan sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian. Warga berharap pembangunan jalan tani dapat meningkatkan produktivitas dan ekonomi masyarakat tani di Rantau Pulung.
Syaiful Bakhri mengapresiasi seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat. Ia menegaskan bahwa semua masukan tersebut akan menjadi prioritas untuk diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan pembangunan di DPRD Kutim. “Ini adalah aspirasi penting dan akan kami kawal agar bisa masuk dalam program pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa reses bukan hanya forum formal, tetapi kesempatan bagi wakil rakyat untuk melihat langsung kondisi masyarakat. Dengan adanya masukan yang jelas dan terarah, Syaiful berharap pembangunan di Kutai Timur dapat berjalan lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.
Syaiful dan Ruslan menutup kunjungan reses dengan komitmen bahwa setiap aspirasi yang diterima bukan sekadar catatan, melainkan akan dibawa ke tahap pembahasan dan diperjuangkan hingga masuk dalam skala prioritas pembangunan Kutai Timur. “Kami hadir untuk mendengar, mencatat, dan memperjuangkan,” tegasnya.

