Wakil Ketua Komisi C, H. Bahcok Riandi dampingi tim BWS Kalimantan IV Samarinda meninjau Jaringan Irigasi Pesap Miau Baru: Dorong Kutim Menuju Swasembada Beras

SANGATTA – Wakil Ketua Komisi C DPRD Kutai Timur, H. Bahcok Riandi, mendampingi Tim Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda yang dipimpin Marten Duma, ST., MT, meninjau pekerjaan rehabilitasi Irigasi DI. Pesap, andalan Gabungan Kelompok Tani Abadi Jaya di Desa Miau, Kecamatan Kombeng, yang diketuai Itit Ajang, Rabu (10/12/2025).

Screenshot

Kunjungan ini menjadi langkah penting dalam memastikan Kutai Timur bergerak menuju swasembada beras melalui pengelolaan infrastruktur jaringan irigasi yang modern, efektif, dan berkelanjutan.

Menurut Marten Duma, rehabilitasi jaringan Daerah Irigasi Pesap Desa Miau Kecamatan Kombeng dibangun oleh Kementerian PUPR melalui BWS Kalimantan IV menggunakan APBN Tahun Anggaran 2025 senilai Rp8,4 miliar. Pekerjaan ini merupakan kelanjutan dari serangkaian pembangunan jaringan irigasi yang telah berlangsung lebih dari 15 tahun untuk memperkuat produksi pertanian di Kutim.

Screenshot

Marten menjelaskan perjalanan panjang pembangunan bendung dan jaringan Daerah irigasi Pesap. Tahap pertama dilakukan pada 2008–2010 dengan anggaran Rp54 miliar, untuk pembangunan bendung disusul tahap kedua untuk pembangunan jaringan pada tahun 2011–2013 sebesar Rp25 miliar. Selanjutnya rehabilitasi kembali dilaksanakan pada 2018–2019 dengan nilai Rp19 miliar, dan tahun 2025 dilakukan lagi rehabilitasi sebesar Rp8,4 miliar. Total investasi yang telah digelontorkan mencapai Rp70,7 miliar.

Dengan besarnya investasi tersebut, jaringan Daerah irigasi Pesap kini mampu mengairi lahan sawah potensial seluas 1.074 hektare, dengan luas fungsional sekitar 500 hektare. Produktivitas tanam dapat mencapai dua kali setahun dengan hasil 5–7 ton padi per hektare. “Inilah manfaat nyata pembangunan Irigasi Pesap Desa Miau Baru Kecamatan Kombeng bagi masyarakat petani,” ujar Marten, didampingi Erhami, ST., MT., selaku PPK Irigasi dan Rawa I

Marten juga meminta Pemkab Kutim—melalui DPUPR, Dinas Pertanian, serta didukung Pemprov Kaltim—untuk memperkuat kolaborasi dengan BWS Kalimantan IV agar seluruh jaringan Daerah irigasi Pesap dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat seiring berakhirnya kontrak kerja tahun 2025.

Selain itu, Marten menekankan pentingnya Kutai Timur memanfaatkan SI PURI (Sistem Informasi Pusat Registrasi Irigasi) sebagai dasar perencanaan pembangunan pertanian yang modern. SI PURI merupakan platform nasional milik Kementerian PUPR yang diamanatkan melalui Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang RPJMN 2015–2019, yang mewajibkan seluruh daerah memiliki data irigasi yang lengkap, terverifikasi, dan terintegrasi secara digital.

“Dengan memasukkan seluruh data irigasi Kutim ke SI PURI, perencanaan pembangunan akan jauh lebih presisi dan terbuka peluang lebih besar mendapatkan dukungan APBN,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan SI PURI sangat relevan dengan misi besar Kutim memperkuat ketahanan pangan dan menuju swasembada beras. Melalui sistem ini, pemerintah pusat dapat melihat kebutuhan riil daerah secara jelas, mulai dari kondisi jaringan, prioritas rehabilitasi, hingga potensi perluasan layanan irigasi. “Ini instrumen penting yang harus digunakan Pemkab agar pembangunan irigasi terukur, tepat sasaran, dan sejalan dengan kebijakan nasional,” ujar Marten.

Selain jaringan Daerah Irigasi Pesap desa Miau Baru, BWS Kalimantan IV Samarinda pada 2025 juga melaksanakan beberapa proyek lain. Untuk Kecamatan Kaubun dialokasikan anggaran Rp10,2 miliar, yang berupa pembangunan jaringan Daerah irigasi desa Bumi Rapak dan Bumi jaya dan pembangunan jaringan irigasi di Desa Cipta Graha sebesar Rp6,3 miliar, Rehabilitasi jaringan irigasi D,I  Tanah Abang Kecamatan Long Mesangat senilai Rp7,36 miliar.

H. Bahcok Riandi menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kerja keras BWS Kalimantan IV Samarinda dalam mendukung pembangunan infrastruktur pertanian di Kutai Timur. Menurutnya, dampak nyata dapat dirasakan langsung oleh petani, di mana produksi gabah kering mampu mencapai 5–7 ton per hektare dengan dua kali panen dalam setahun. Kondisi ini sangat strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.

Sebagai anggota DPRD Kutim dari Fraksi Demokrat dan perwakilan Dapil 4, Bahcok berkomitmen untuk terus memperjuangkan fasilitas dan pendampingan pertanian yang lebih baik bagi masyarakat. Ia berharap para petani semakin bersemangat memaksimalkan potensi lahan dan irigasi yang telah tersedia.

“Kami sangat menghargai kontribusi BWS Kalimantan IV Samarinda dalam mendukung ketahanan pangan dan mewujudkan agenda besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Saya akan terus memperjuangkan kebutuhan petani di dapil saya agar mereka semakin maju dan sejahtera,” tegas Bahcok. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights