“Tahun ini memang ada keterbatasan anggaran, sehingga pembangunannya belum bisa dimulai. Tapi Pemkab sudah merencanakan pelaksanaannya pada 2026 dengan skema tahun jamak (multiyears)
BERITA PARLEMEN 40 – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur akan memulai pembangunan jembatan penghubung antara Desa Marah Haloq dan Desa Long Melah, Kecamatan Telen, pada tahun 2026 melalui skema multiyears. Proyek infrastruktur strategis ini mendapat dukungan penuh dari Anggota DPRD Kutai Timur Dapil 4, H. Aidil Fitri.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menilai proyek jembatan ini sangat vital bagi masyarakat pedalaman, khususnya empat desa sekitar—Long Noran, Karnyayan, Long Melah, dan Long Segar. Jembatan ini akan memangkas jarak tempuh sekitar 40 kilometer yang selama ini harus memutar melalui Muara Wahau.
“Tahun ini memang ada keterbatasan anggaran, sehingga pembangunannya belum bisa dimulai. Tapi Pemkab sudah merencanakan pelaksanaannya pada 2026 dengan skema tahun jamak (multiyears),” jelas Aidil usai menghadiri rapat di DPRD Kutim, Rabu (12/5/2025).
Menurutnya, jembatan tersebut akan membuka akses penting ke Desa Batu Redi hingga ke Muara Wahau dan Sangatta. Selain menghubungkan wilayah terisolasi, jembatan ini diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan memperlancar distribusi hasil pertanian serta perkebunan masyarakat.
“Ini bukan sekadar proyek pembangunan, tapi jembatan harapan bagi warga di pedalaman. Saya mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar proyek besar ini bisa terlaksana sesuai harapan, tepat waktu, dan memberikan manfaat yang nyata,” ungkap Aidil anggota DPRD Kutim Periode 2024-2029.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses perencanaan hingga pelaksanaan proyek ini di lapangan demi terwujudnya konektivitas yang lebih baik di wilayah Telen dan sekitarnya.(*)

