SETWAN KUTIM – Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Juliansyah, ST menerima kunjungan sahabat dari Keraton Kutai Kartanegara di ruang kerjanya, Kamis sore, 9 Juli 2025. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, penuh persahabatan, dan semangat pelestarian kebudayaan.
Rombongan terdiri dari Raden Cokro Prabu, yang juga merupakan aparatur sipil negara (ASN) di Bagian Umum Sekretariat Kabupaten Kutai Kartanegara. Raden Cokro Prabu ini bersama Rana Putri Sairah, Anto, dan Al Katiri. Kunjungan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus membahas potensi dalam bidang kebudayaan dan pembangunan antardaerah.
“Kunjungan ini sebagai bentuk menjaga komunikasi baik dengan rekan-rekan di Kutim, sekaligus melihat langsung perkembangan kawasan perkantoran Bukit Pelangi yang kini semakin indah dan tertata,” ujar Raden Cokro. Ia juga menyampaikan bahwa di Tenggarong, kawasan Tanjung saat ini tengah direvitalisasi menjadi pusat budaya berkat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kesultanan Kutai Kartanegara.
“Kita ingin agar anak-anak generasi mendatang tidak melupakan budaya dan adat istiadat, karena itu merupakan jati diri daerah. Selain itu, budaya dan pariwisata bisa menjadi sumber pemasukan baru setelah era tambang berakhir. Jika dikelola dengan baik, sektor ini akan terus berkembang dan menjadi primadona daerah,” lanjut Raden Cokro.
Sekwan DPRD Kutim, Juliansyah, menyambut baik kunjungan tersebut dan mengaku bangga atas perhatian yang diberikan sahabat lamanya. “Saya sangat senang dan bangga mendapat kunjungan dari sahabat-sahabat lama. Ini menjadi penguat hubungan positif antarwilayah, baik di bidang pemerintahan maupun kebudayaan,” ungkap Sekwan Juliansyah yang baru merayakan hari ulang tahunnya ke 52 Rabu tanggal 9 Juli 2025
.Dalam kesempatan tersebut, Juliansyah juga mengajak rombongan untuk melihat langsung area perkantoran Bukit Pelangi yang kini menjadi ikon baru Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, lengkap dengan taman-taman tematik dan ruang terbuka hijau yang tertata nyaman dan asri.
Silaturahmi ini diharapkan menjadi awal dari sinergi yang lebih luas antara Kutai Timur dan Kutai Kartanegara, khususnya dalam mendorong pelestarian budaya lokal sebagai bagian penting dari pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Timur. (*)

